Featured

Pos blog pertama

Ini adalah kutipan pos.

Iklan

Ini adalah pos pertama Anda. Klik tautan Sunting untuk mengubah atau menghapusnya, atau mulai pos baru. Jika ingin, Anda dapat menggunakan pos ini untuk menjelaskan kepada pembaca mengenai alasan Anda memulai blog ini dan rencana Anda dengan blog ini.

pos

Berkaca pada usia, bagaimanakah usia yang telah kita lalui?

“Berkaca pada Usia, bagaimanakah usia yang telah kita lalui?”

Di antara karunia Allah yang 3 paling berharga bagi kita manusia adalah usia, waktu dan kesempatan. Dengan ketiga hal itu kita manusia bisa berkarya, mengukir prestasi, beribadah, beramal, dan meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat kelak.

Islam mengajarkan bahwa waktu adalah kehidupan. Menyia-nyiakan waktu berarti menyia-nyiakan kehidupan.

Usia berlalu begitu cepat.

Usia yang telah berlalu tentu tidak mungkin kembali lagi. Karena perjalanan manusia di dunia ini seperti perjalanan seorang musafir. Setiap orang haruslah memiliki persiapan, apalagi jika kita takut tidak sampai pada Rabb Yang Maha Tinggi.

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a, Nabi Muhammad SAW berkata: “Umur umatku antara 60 dan 70 tahun, sedikit dari mereka yang melampauinya.” ( HR Tirmidzi dan Ibnu Majah )

Karenanya jika kita tidak memanfaatkan dengan baik, maka waktu dan usia kita akan terbuang sia-sia. Dan waktu dan usia yang tekah berlalu tidak akan kembali lagi. Dia akan berlalu pergi selamanya dengan segala kenangannya. Baik kenangan yang penuh penyesalan atau kebahagiaan. Kita manusia harus memanfaatkan waktu. Hanya orang-orang yang mampu memanfaatkan waktu di usianya dengan baik yang akan jadi mulia di hadapan Yang Maha Segalanya.

Kalau kita mau jujur terhadap diri sendiri, mungkin sebenarnya kita pasti lebih banyak menghabiskan waktu untuk sesuatu yang tidak bermanfaat daripada belajar. Kita pasti lebih banyak bergurau dan bersenang-senang daripada berfikir. Kita lebih banyak menghabiskan waktu untuk duniawi daripada bekal akhirat. Kita masih sering menghabiskan waktu untuk membuat dosa daripada memupuk sebanyak-banyaknya pahala. Nauzubillah.. Semoga Allah SWT senantiasa mengampuni segala kealpaan kita. Aamin..
Marilah kita sama-sama renungkan usia yang telah kita lalui.

Berapa usia kita yang telah berlalu?

Apakah usia yang telah lewat, sudah kita gunakan untuk hal-hal yang bermanfaat? Ataukah untuk hal-hal yang sia-sia?
Jika kita memang masih muda, sungguh amat buruk jika kita menghabiskan usia kita hanya untuk bersenang-senang, berfoya-foya dan selalu bertindak gegabah.

Jika kita sudah berusia senja, maka lebih baik kita memperbaiki hal-hal yang sempat kita lalaikan. Karena sungguh miris jika melihat orang-orang yang berusia senja malah ingin bersenang-senang saja. Apalagi yang masih muda.

Dalam hal menuntut ilmu pun tidak ada takaran harus di usia berapa. Dan tidak ada usia tua dalam belajar dan mendalami suatu ilmu. Saat melihat perjalanan hidup para penulis sukses yang berpengaruh, yang tanpa henti terus belajar setelah usia senja, namun lihatlah jejak-jejak melalui karya yang mereka tinggalkan bagi umat ini. Masyaallah…

Dan kita, sudah seharusnya selalu ingat dan memperhatikan usia dan selalu melihat bagaimana orang lain memanfaatkan usianya. Sungguh sangat menyenangkan bukan, jika kita bisa melihat orang lain bergegas melakukan kebaikan lalu mereka meninggalkan bekas sehingga ada yang memanfaatkannya.

Dan sesungguhnya saya menuliskan ini bukan berarti diri ini tak lalai, tetapi ini semua untuk teguran pada diri ini yang masih jauh akan mulia.

Menulis itu asyik kok, sungguh?

Sumber foto: 

https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRrj7kIi-GivACTv6bPU8TS8wEK9Gajd_M7A_d8qVOdopacHhaI

Sebenarnya semua orang itu bisa menulis (baca: sekedar menulis). Dan bagi saya membaca dan menulis itu suatu pasangan yang tak boleh dipisahkan. Semakin kita rampungkan membaca sebuah buku, dan mendapatkan ilmu di dalamnya maka dipastikan kita akan semakin haus akan ilmu-ilmu berikutnya. Benar saya tidak bohong. Saat saya bilang menulis itu asyik dan menyenangkan, begitu pula membaca. Jadi sangatlah disayangkan jika di jaman sekarang ini minat baca masih sangat minim di indonesia. 

Buat saya membaca dan menulis adalah seni mempelajari tentang proses kehidupan. Mempelajari karakter, budaya dan berbagai ilmu dalam konteks apa saja. Banyak, iya sangat banyak sekali makna, hikmah, dan ilmu yang bisa kita ambil dari keduanya. Tapi bukan berarti seseorang akan terhakimi karena tulisan dan bacaanya bukan?

Seperti yang pernah saya tuliskan pada artikel saya sebelumnya, kenapa saya jatuh cinta pada dunia ini, iya dunia kata-kata. Karena saat suara tak bisa mewakili apa yang ingin tersampaikan, terkadang tulisan lah yang paling bisa memahami dan lebih mudah menyihir. Dengan menulis banyak perubahan positif yang bisa saya ubah, sekurang-kurangnya pada dunia saya sendiri. 

Menulis memang mudah, tapi memang tak begitu mudahnya mengubah pandangan orang lain terhadap apa yang telah kita kerjakan. Ada yang bertindak sebagai penerima, ada pula yang bertingkah sebagai penolak. Tak ayal juga ada yang sibuk menjustifikasi apa yang kita kerjakan tanpa mau tahu apa maksud dan tujuan kita, ada pula yang ikut sibuk berbenah untuk menjadi lebih baik. Lalu kalian yang mana?

Sebagian besar masih beranggapan bahwa menulis adalah pekerjaan yang sangat membosankan. Bahkan mungkin saja banyak yang berfikir bahwa pekerjaan menulis ini hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang mempunyai banyak ilmu dan pengalaman tentang dunia kepenulisan. Yang berfikir seperti itu, kalian salah besar. Menulis itu sangatlah mneyenangkan dan bisa dilakukan oleh siapapun dan dimanapun.

Saya pun akan sedikit berbagi bukti hal-hal positif apa saja yang saya dapatkan karena menulis, sebagai berikut:
Menulis merupakan terapi hati

Karena dengan menulis, segala perasaan yang sudah lama terpendam yang tidak dapat diceritakan pada siapapun akan membuat lega setelah kita menuliskannya. Tapi tetaplah kita harus menuliskannya secara bijak pada waktu dan tempat yang tepat. Saat hati sedang diliputi rasa amarah, sedih maupun kecewa bukan berarti kita serta merta bebas menuliskannya secara gamblang pada social media yang kita punya. Misal saat hati sedang sedih, kita bisa menuliskannya melalui kalimat-kalimat positif atau quote-quote yang bisa mambangun pola pikir kita agar pandangan kita menjadi lebih terbuka dan tidak merasa menjadi manusia paling sedih di dunia ini. 
Memang menulis tidak akan membuat permasalahan kita akan selesai, tetapi akan membuat perasaan menjadi sedikit tenang dan dapat kembali berfikir dengan segar. Sehingga secara tidak langsung pun kita bisa mencari solusi dari permasalahn dengan lebih bijak, objektif dan menyeluruh.

Menulis membuat saya bertemu banyak orang

Sering kali saya ceritakan, bahwa untuk mulai lagi menekuni hobi ini (menulis), saya awali dari keisengan saya mengikuti kelas belajar menulis online. Tak saya sangka, dari kelas sederhana itu saya dapatkan berjuta ilmu yang tak pernah saya bayangkan sebelumnya. Tak hanya ilmu, saya pun mendapatkan banyak sahabat baru dari dunia yang sama. Kami berkumpul bersama dengan tujuan yang sama. Tak disangka pula, di beberapa kesempatan kami pun akhirnya berjumpa pada dunia nyata untuk saling berbagi kisah dan ilmu. Bagaimana rasanya? Menyenangkan, sungguh ini benar-benar sangat menyenangkan.

Menulis bisa untuk berbagi

Yang awalnya menulis untuk dinikmati diri sendiri. Tapi setelah beberapa sahabat berkata bahwa banyak dari mereka mendapatkan inspirasi, hikmah dan manfaat dalam tiap apa yang saya tulis, membuat diri ini semakin ingin terus melakukannya. Iya, saya akan terus menulis. Selagi saya bisa, selagi saya mampu dan selagi Allah selalu memberikan kesempatan ini pada saya.

Kesempatan berbagi, berbagi dengan hal yang sesederhana ini. Melalui aksara kita bisa berbagi apa yang kita alami dan tahu dalam menjalani tiap proses hidup ini. Lalu kamu, siapkah kamu berbagi? Bukankah berbagi ilmu yang bermanfaat adalah salah satu amal jariyah manusia yang tak akan pernah putus? Karena sejatinya setiap orang pastilah mempunyai ide-ide cemerlang yang ingin dituangkan ke dalam bentuk tulisan.

Saat apa yang kita tulis bisa mengubah pola pikir kita sendiri, bukankah lebih baik lagi jika bisa mengubah orang lain dan mengubah dunia?

Salah satu tips mudah untuk memulai menulis adalah menulis dari hati. Ya, hanya menulis dari hati lah kita akan mampu untuk menciptakan tulisan yang menggetarkan pembaca. Ibarat kata jika ingin menulis tentang nikmatnya rasa teh manis hangat, kita pun harus suka untuk meminumnya.

Karena tulisan dengan hati akan mampu menyentuh hati, dapat membuat pembaca teraduk-aduk hatinya. Ada yang tersenyum saat membacanya, bisa membuat pembaca terbahak-bahak jika apa yang kita tuliskan adalah sesuatu hal yang humoris. Ada yang menangis, kaget bahkan ikut marah saat apa yang kita tulis membawa emosi para pembaca ke arah yang mengenakan. LUAR BIASA bukan??

Bayangkan orang bisa ikut merasakan luka, sedih, haru, bahagia saat membaca rangkaian kata kita. Ikut menikmati hujan padahal sedang ada di tempat yang tak diguyur hujan. Sekali lagi, AMAGING OF WRITTEN !!

Tulisan adalah jiwa, setiap yang berjiwa pasti bisa menulis, tulisan dengan hati akan sampai ke hati.

Bagi saya menulis adalah membuat sejarah. Iya, sejarah bahwa kita pernah hidup di bumi ini. Menulis adalah perjalanan jiwa yang akan menjadi kenangan dan dikenang. Maka marilah kita menulis agar dunia mengenang kita.

“ Semua penulis itu akan mati, hanya karyanya lah yang akan terus abadi. Maka tulislah sesuatu yang membahagiakan dirimu di akhirat nanti” ( Ali bin abi Thalib )

Jangan hakimi tulisan saya ya, kalau boleh sih bisa bantu saya. Bantu saya untuk berbagi kebermanfaatan dalam muara hidup ini.

“Antara Cinta dan Muara Kehidupan”

Apa yang kiranya akan kita jawab saat kita diajukan sebuah pertanyaan tentang apa arti dan peran cinta dalam hidup kita?

Mungkin kebanyakan dari kita akan menjawab, bahwa cinta memang bukan segalanya, tetapi segalanya berawal dari cinta. Ya walaupun pasti tetap akan ada yang tidak menjawab demikian.

Misalnya saja saat seorang penulis buku ternama dan sukses ditanya, apa rahasia kesuksesan tiap tulisannya yang berhasil menyihir dan menginspirasi banyak orang? Pasti mereka akan menjawab, “Because I love writing”

Dan itulah juga salah satu jawaban, kenapa saya ingin selalu menulis. Disaat banyak orang yang berkata bisa mengambil hikmah, inspirasi maupun efek positif dalam hidupnya dari tiap apa yang saya tulis, maka saya pun akan terus menulis. Insyaallah..

Karena dengan saya terus menulis secara tidak langsung bisa mengubah dunia saya. Dan saya pun menjadi lebih peka akan segala aspek kehidupan. Begitupun cinta, saya menjadi semakin belajar mengerti dan mengelola keseimbangan antara hati dan fikiran dalam menjalani muara kehidupan ini.

Sepertinya sangat sulit dibantah bahwa cinta memang mempunyai makna yang dalam dan luas. Dan sesungguhnya cinta merupakan sumber energi utama manusia dalam menapaki setiap jengkal proses kehidupan.

Cinta jua lah segala sumber mata air sekaligus muara kehidupan ini. Jadi berlebihankah saat kita katakan bahwa sesungguhnya perjalanan hidup manusia, dimanapun, kapanpun, semua didasarkan atas dasar rasa cinta?

Memang cinta sejatinya adalah sesuatu yang tak nyata, tak bisa dilogikakan. Ia abstrak dan kadang terlalu sulit untuk didefinisikan. Namun saat ada rasa cinta maka akan ada sikap-sikap berikut, komitmen, rela berkorban, saling memberi, ketulusan, pengorbanan, dan bersungguh-sungguh untuk kebahagiaan objek yang kita cinta.

Seperti halnya apa yang sedang saya jalani saat ini. Saya dan suami haruslah rela untuk sementara tinggal berjauhan dengan putri kami satu-satunya. Kami rela bekerja keras siang dan malam untuk kebahagiaan dan jaminan masa depannya kelak. Mungkin sebagian orang akan berpendapat dan menilai sikap kami ini terlalu egois. Ya apa boleh buat, saat kini, inilah pilihan yang sementara masih sanggup kami jalani. Apapun pendapat negatif orang lain tentang keputusan kami ini, kamilah yang paling tahu dan faham apa maksud dan tujuan kami saat ini.

Dalam muara kehidupan ini, banyak orang bisa melakukan hal-hal luar biasa demi kebahagiaan objek yang dia cinta. Cinta membuat sesuatu yang berat menjadi ringan, membuat yang jauh menjadi dekat, membuat yang sulit menjadi mudah, dan yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin.

Bicara tentang cinta memang tak akan ada habisnya, ibarat sumur zam-zam yang tak pernah surut mengalir. Demikian juga cinta, tak akan habis dibahas oleh kita manusia.

Sebagaimana seorang pecinta, maka pertanyaan selanjutnya adalah, apakah Dia cinta pada kita? Ya apakah Allah mencintai kita? Bagaimana cara mengetahui Allah mencintai kita atau tidak?

Jawabannya, hanya kita sendiri mungkin yang akan tahu. Dan semoga kita peka akan segala tanda-tanda cinta dan kasih Allah pada kita. Aamiin…

Jadi seperti apa arti cinta dalam muara kehidupanmu?
Pekalah, dan mulailah selalu memaknai setiap jengkal muara hidupmu dengan penuh cinta.

Salam santun dan penuh cinta dari saya, Adita..

“Aku yang Jatuh Cinta pada dunia kata-kata”

Sejatinya setiap manusia bisa menulis, bukankah waktu di sekolah dasar kita semua diajarkan untuk bisa baca dan tulis?

Nah itu adalah menjadi modal awal saya. Dan saat semua itu menjadi keisengan saya dalam memulai hal ini, ya membaca dan menulis. Hobi lama yang sudah jarang lagi saya tekuni. Impian untuk bisa menghasilkan sebuah karya tulis yang dibukukan dengan ada nama kita di dalamnya, sudah ada sejak lama.

Dan karena keisengan saya juga untuk ikut dalam beberapa kelas menulis online, membuat saya semakin bersemangat lagi. Saya pun semakin tenggelam dan terjerumus di dalam aksara. Bagaimana tidak, berada dalam satu lingkup hobi yang sama dan dengan banyak orang dengan berbagai profesi yang memiliki visi dan misi yang sama pula.

Masyallah..haru dan bahagia, banyak ilmu yang saya dapatkan tentang dunia kepenulisan.
Ilmu yang tak hanya sekedar menulis, tapi bagaimana menulis dengan baik dan benar, menulis dari hati, dan bagaimana menulis yang bermanfaat melalui social media.

Di dunia yang mulai ramai akan social media, dan hidup kita yang hanya sejenak ini, sayang kan jika tidak kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya menebarkan kebermanfaatan hidup. Bukankah hidup yang bermanfaat adalah yang bisa menghidupkan orang lain?

Tulisan yang bermakna kuat dapat menggerakkan jiwa-jiwa agar penuh semangat, yakin, optimis dan penuh harapan. Menulis hanyalah salah satu alat mendatangkan kebaikan, kemaslahatan dan ridha Allah.
Melalui jalan ini, justru hati saya menjadi ringan.

Apa yang terjadi jika saya tak cinta saat menulis?

Lorraine Monroe bilang, ” If you don’t love the work you’re doing, you get sick, physically, mentally or spiritually. Eventually, you’ll make others sick too.”

Apakah dengan saya cinta menulis dijamin menyehatkan jiwa? Tidak juga sih. Mencintai menulis saja tidak cukup untuk bisa melahirkan karya-karya yang menakjupkan dan penuh makna. Selalu berusaha mencintai apa yang saya kerjakan hanya prasyarat minimal agar tidak sakit secara mental dan spiritual, sehingga bisa membuat pembaca maupun orang lain tidak ikut-ikutan sakit. Jadi saya harus selalu mengingat bahwa bacaan itu bisa mempengaruhi mental yang membaca.

Saya menulis untuk melakukan sedikit perubahan positif, sekurang-kurangnya untuk diri saya sendiri.

Sungguh kita dilahirkan untuk mengubah dunia, karena Allah menciptakan kita sebagai khalifah di muka bumi.

Karena itu saya hanya berusaha mengambil kesempatan untuk menciptakan perubahan. Setidaknya mengubah dunia saya.

Yes we’re born to change the world.

Alhamdullillah..sekarang saya jadi lebih peka apa pentingnya menulis, apa yang penting untuk ditulis serta bagaimana menuliskannya. Terlebih lagi rasa syukur dan bahagia saat orang lain bisa mengambil hikmah di dalamnya.

Sadarkah kita, Ketika Allah sedang rindu hamba-Nya..


Bismillahir rahmanir rahiim..

Ya benar, Allah selalu punya banyak metode indah untuk menegur hamba-Nya yang sedang lalai.

Sungguh Agung dan Mulia Allah, yang mengatur jalannya kehidupan dan menetapkan rezeki setiap hamba-Nya tanpa ada yang jeda sedikit pun.
Saat kita berada di atas kebahagiaan maka Allah menyapa kita, agar tidak terlalu tinggi mendaki angan-angan dan impian yang masih abstrak.
Saat kondisi kita fit, keadaan tubuh sehat dan bugar maka Allah menyapa kita dengan santun, agar selalu memuji dan mengucapkan syukur atas nikmat-Nya.
Saat kita disibukkan dengan mengurus pundi-pundi kekayaan duniawi, maka Allah menegur kita dengan indah agar ingat siapa yang meminjamkan semua itu kepada kita.
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). QS. Ali Imraan 14.
Benar sekali, terkadang kita terlalu asyik dan sibuk dengan rutinitas kita hingga melupakan kewajiban kita sebagai hamba-NYA. Maka Allah menegur kita dengan 

cara-NYA sendiri.
ALLAH selalu ingin menyapa kita, Allah sangatlah rindu, akan tetapi kita terlalu terlena mengurusi “dunia” kita.

Kita diberi rejeki sedikit maupun banyak, sering kali kita lupa untuk menyebut dan menengadah bersyukur kepada-NYA.
Bahkan mungkin kita lebih sering tidak mau tahu darimana rejeki itu datang, kita selalu bilang kita beruntung.
Yang lebih buruk lagi kita menjadi takabur dengan rejeki milik ALLAH.

Jadi, semoga saja kita tidak sampai mendapatkan lemparan “batu kecil” yg kita sebut musibah ..!!

Agar kita mau mengingat kepada-NYA.
Sungguh ALLAH sangat mencintai kita..

Allah rindu..

Allah begitu Maha baiknya..

Allah penuh akan kasih sayang..

Dan Allah selalu punya banyak cara untuk menunjukkan rasa cinta dan sayang-nYA.
Marilah kita senantiasa mengingat, ketika Allah menegur lewat berbagai hal, mari ucapkan syukur terbaik. Ingat keagungan dan kebesaran-Nya yang terus mengiringi hari-hari kita.
Bagaimana mungkin kita dapat hidup didunia ini jika Sang Maha Penyayang melupakan kita?

Jika begitu masih enggankah kita bersyukur?

Maka tidak akan dapat hidup seorang manusia didunia ini tanpa rasa Syukur. 
Semoga kita semua selalu ingat untuk menoleh kepada-NYA sebelum ALLAH melemparkan batu kecil yang bisa menyakiti kita.
“Ketahuilah, apa pun yang menjadikanmu tergetar, itulah yang terbaik untukmu! Dan, karena itulah, kalbu seorang pencinta-Nya lebih besar daripada singgasana-Nya.” (Jalaludin Rummi)
Di Al-Quran surat Ali Imran ayat 146 juga disebutkan, ”Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar”.

Ujian yang Allah berikan, baik itu berupa kesenangan ataupun kesusahan adalah salah satu bentuk sayangnya Allah kepada kita. Janganlah kita merasa hina jika Allah timpakan cobaan kepada kita. Jangan pula merasa gagal jika Allah menakdirkan keburukan kepada kita. Karena apapun bentuk cobaan yang diberikan, itu semua adalah untuk kebaikan kita, karena Allah menyayangi kita dan tahu yang terbaik untuk diri kita. Jika kita bersabar dalam menghadapinya, yakinlah, Allah pasti lebih sayang kepada kita. Justru kita harus bertanya pada diri sendiri jika merasa aman dari cobaan, apakah Allah tidak menyayangi kita lagi?
Ini semua bukan untuk menggurui, sekedar pengingat ketika kita mulai lupa.
Ya Allah..

Semoga Engkau selalu menegur kami dengan cara-cara-Mu yang indah dan penuh kasih.

Dan selalu memberikan kami semua kesempatan untuk introspeksi diri kami.
Aamiin..

Kehidupan di Dunia

~ Kehidupan di Dunia ~
Sudahkah aku, kamu, kita memaknai dan menjalani kehidupan yang hanya sejenak dan hampir buyar ini dengan baik, benar dan bijak?
Jika dunia ini persinggahan, mengapa tidak kita perbanyak perbekalan untuk meneruskan perjalanan?
Ah, betapa malangnya diri yang ketika di dunia begitu disanjung dan dipuja oleh sesama,padahal dihadapan Allah kita rusak dan penuh nista.

Ah,betapa malunya diri yang selama di dunia penuh wibawa justru merasa aman dengan dosa-dosa.
Kehidupan di dunia ini kebanyakan sedang berlomba-lomba mencari kebahagiaan. Lalu apa sih patokan bahagia di dunia sebenarnya?
Orang-orang yang paling berbahagia tidak selalu memiliki hal-hal terbaik, mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya.
Lalu hal-hal terbaik apa saja yang harus kita miliki?

-Dengan cinta hidup menjadi indah

-Dengan ilmu hidup menjadi mudah

-Dan dengan iman hidup menjadi terarah
Dan semoga kita bukan golongan orang-orang yang menyia-yiakan waktu.

Karena menyia-nyiakan waktu setiap hari dengan hal-hal yang jelas-jelas tak berfaedah adalah pemborosan hidup. Marilah kita bekerja penuh semangat dan menjadi orang yang dan bermanfaat adalah membangun sebuah kehidupan kita sendiri.
Tidakkah kita ingin menjadi pribadi yang seperti ini?

” Hidup yang menghidupkan orang lain adalah hidup yang berharga”
Jadi sekarang, mau meniti jejak hidupmu di dunia ini yang seperti apa?
Mari pejamkan mata sejenak renungkan dalam-dalam. Lalu beristirahatlah. Semoga esok Allah masih memberikan kita tambahan umur untuk memperbaiki diri.

Jantung yang terus berdetak adalah salah satu nasehat bahwa perjalanan menuju kubur tak pernah libur.
~Mari untuk tetap produktif dalam berkarya dan beribadah. Lalu kapan istirahatnya? Percayalah, tempat istirahat terbaik adalah surga~

(Ahmad Rifa’i Rif’an)​

Karena KEMATIAN adalah sebuah KEPASTIAN 

​Kematian adalah sebuah kepastian yang pasti menghampiri setiap manusia. Dunia ini hanyalah tempat persinggahan untuk menuju kampung akhirat. Pada hakikatnya, semakin hari kita semakin menjauh dari alam dunia untuk menuju alam akhirat. Antara kedua alam ini ada suatu pemisah, yaitu kematian.
Kematian akan menjadi pemutus segala kenikmatan dan kebahagiaan yang dirasakan di dunia. Harta kekayaan, jabatan, dan keluarga semua akan ditinggalkan. Karena bekal yang dibutuhkan untuk menempuh perjalanan ke negeri akhirat hanyalah amal.
Meski begitu, banyak orang yang lalai akan datangnya kematian. Memuja dunia seolah dunia adalah segala-galanya, mengejar dunia seolah hidup kekal selamanya. Sementara urusan akhirat tidak begitu dipedulikan.
Adakah yang mampu menolak pergumulan sedahsyat seperti ini? Adakah yang sanggup menentang serangan kematian? 
Setiap jiwa pasti akan merasakan yang namanya kematian. – (Q.S Ali Imran: 185)
Bagi dunia.. Kita mungkin adalah seorang Miliarder, Selebriti atau tokoh penting. Tapi bagi Malaikat Maut, kita tidak lain hanyalah sebuah nama yang sudah ada dalam daftar.
Mungkin hari ini kita masih di sini, tapi besok belum tentu. Maka marilah kita jalani hidup ini dengan benar. Sebagian besar orang menganggap kematian masih jauh, jauh sekali. Namun ketahuilah.. saat hari itu tiba, maka sudah terlambat untuk melakukan apa yang bisa kita lakukan hari ini.
Orang bilang berpikir tentang kematian adalah tanda depresi. Saya seorang Muslim, dan bagi saya, mengingat mati itu adalah sebuah inspirasi.